Lanjutan Vibarsi Energi Biosaka Jilid 1
Pada teori Big Bang pada tingkatan makro cosmos bahwa alam semesta berasal dari titik tunggal dengan panas dan padat yang mengembang Kecepatan dalam miliar tahun.
Hal yg sama pada tataran mikro cosmos bahwa tubuh kita berkembang dari bagian paling kecil. Tubuh tersusun dari organ, organ dari jaringan, jaringan dari sel, dan sel tersusun dari organel sel, dan organel sel tersusun dari molekul, dan molekul tersusun dari atom dan seterusnya. Sel adalah bagian terkecil tubuh jumlah 5.000 triliun sel, ada konfigurasi himpunan sel yang membentuk organ penting yang terletak di ubun-ubun kita. Tugasnya mengendalikan seluruh sel yang ada di dalam tubuh.
Pemahaman pengendalian sel tersebut bisa dikaji dari ilmu kinesiologi, yang mempelajari gerak tubuh atau the science of human movement yang diaplikasikan dan menjelaskan tentang gerak tubuh manusia atau mekanika pergerakan manusia (mechanics of human movement).
Ilmu kinesiologi terus berkembang, semula untuk mensolusi kebutuhan manusia, kini dapat digunakan makhluk hidup lain, seperti hewan dan tanaman. Hasil tanaman diolah sedemikian rupa, diberi katalis “kinesiologi”, untuk meningkatkan kualitas bahan pangan kita. Kalibrasi kualitas produk pangan yang baik dapat diuji dari dampak pangan itu terhadap kemampuan pergerakan tubuh kita yang jauh meningkat setelah meminum atau memakan elisitor yang dapat meningkatkan potensi sel kita sehingga sebagai contoh dapat bergerak naik turun tangga berulang kali tanpa merasakan kelelahan. Itu salah satu contoh nyata kecerdasan tubuh manusia. Jadi, prinsip kinesiologi itu dapat mengetahui kondisi tubuh seseorang. Your body never lie serta konsepsi body intelligence atau kecerdasan alami tubuh.
Dus Biosaka dapat dikelompokkan sebagai elisitor A yang diperoleh dari bahan yang sehat-paripurna dan diaplikasikan lahan / tanaman untuk menjaga produktivitas tanaman dengan keterbatasan input eksternal. Sementara elisitor B adalah elisitor yang tujuan utamanya adalah menghasilkan hasil panen pertanian yang setelah melalui pengolahan lanjut ditujukan untuk menjadi elisitor bagi manusia dalam menjaga potensi sel yang sehat dan cerdas sebagai fondasi manusia untuk meraih kesehatan dan kecerdasan.
Dari sisi lain Biosaka adalah salah satu jenis dari elisitor, karena elisitor itu bisa benda hidup atau benda mati (biotik atau abiotik). Oleh karena itu elisitor merupakan bagian kecil dari ilmu epigenetik. Epigenetik itu melibatkan bahan yang kasat mata dan tidak kasat mata serta mengkaji multi sinyal yang lebih kompleks. Ukuran yang diamati pada epigenetik adalah jenis hormon stres atau kebahagiaan sebagai resultan respons tubuh terhadap pengaruh sinyal eksternal dan sinyal internal tubuh.
Land of Harmony
Pembahasan perspektif kuantum dapat digunakan sebagai landasan beranjak ke semangat Land of Harmony. Semangat ini mensyaratkan manusia penghuni Land of Harmony harus terlebih dahulu menjadi harmoni. Nah, persoalan yang ada adalah, karena manusianya belum harmoni, lahannya pun akan sulit menjadi harmoni. Di antara petani kita masih banyak yang menggunakan pestisida kimia sintetis yang disemprotkan pada lahan garapan. Lahannya menjadi tandus, kahat, rusak, cacing, belut ikut mati, mikroorganisme lainnya pun ikut tiarap.
Semakin banyak input eksternal masuk ke dalam lahan, semakin tidak harmoni lahan tersebut seperti sudah terbukti dengan aplikasi praktik LEISA atau Low External Input Sustainable Agriculture.
Bagaimana kaitannya dengan tubuh supaya harmoni? Supaya harmoni, harus ada keseimbangan tubuh antara jasmani, hati dan pikiran. Kita tidak bisa mengubah hati kita, kita tidak mudah mengubah pikiran kita, yang bisa dilakukan adalah memengaruhi fisik kita.
Dalam kinesiologi, yang akan diubah adalah fisik tubuh atau jasmani kita supaya harmoni. Kalau tubuh tidak harmoni yakni makan, kerja, tidur, olah raga tidak seimbang maka kita akan sampai pada level paling rendah, sakit. Kita masuk kategori sakit kalau secara pribadi mengeluh karena terasa sakit dan secara kedokteran analisis uji laboratorium yang diperiksa dokter menunjukkan kriteria sakit. Jadi dua sisi melihatnya, sisi pribadi dan sisi orang menilai sakit. Kalau kategori lemah berada pada level di atasnya sakit, kita mengeluh merasakan tidak enak badan tapi hasil pemeriksaan dokter tidak ada indikator menunjukkan kriteria sakit. Berarti tubuh kita melemah. Level di atasnya melemah adalah sehat. Kalau sehat, di tubuh tak ada keluhan apa-apa dan menurut dokter tidak ditemukan apa-apa.
Level berikutnya happy yaitu sehat lahir dan batin. Vibrant adalah level tertinggi yakni bahagia bersama. Vibrant itu happy yang luber, bahagia bersama. Kita memiliki energi berlebih dan luber berbagi kepada sekitar.
Berikutnya kinesiologi dapat mengungkap kecerdasan tubuh. Tubuh kita itu cerdas, mirip termometer dan segala ukuran meter yang lain. Kita diberikan panca indra luar biasa untuk bisa merasakan semua yang ada di sekitar. Cuma kita semua belum tahu caranya.
Begitulah dimaklumkan tentang Biosaka yang saat ini oleh banyak orang dianggap tidak masuk akal. Namun pada saatnya nanti, ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Biosaka adalah salah satu jalan yang menuntun menuju land of harmony sebagaimana sudah banyak dibahas terkait Nusantara.
Sebelum ada Revolusi Hijau dan berbagai program lainnya, tidak ada pupuk kimia sintetis dan lain-lain. Semua proses produksi berjalan alami. Setelah Revolusi Hijau berjalan dalam kurun waktu puluhan tahun, itu berdampak pada menurunya kesuburan tanah. Namun pada akhirnya pertanian akan kembali mengarah ke harmoni dengan Biosaka sebagai salah satu pemicunya. Elisitor Biosaka adalah sebuah paradigma baru yang mengajak kembali ke alam. Namun saat ini Biosaka masih pada tataran pro dan kontra. Hal yang dikhawatirkan memang, jika kondisi seperti ini terus berlangsung bahwa ilmuwan lain belum bisa menerima kebenaran Biosaka, perubahan tidak akan pernah terjadi. Ada perdebatan dari berbagai bidang ilmu. Bagi mereka yg berbasis keilmuan energi, vibrasi, gelombang, kinesiologi, epigenetic, elisitor lah yg kompatible sbg pendekatan temuan Biosaka. Sementara itu petani di lapangan telah mengimplementasikan tanpa mempersoalkan dasar keilmuan tersebut dan terus berjalan. Jadi prinsip petani adalah ketika penggunaan Biosaka memberikan hasil dan manfaat yang bagus, mereka kemudian akan terus menggunakannya tanpa mempersoalkan dasar riset dan keilmuan yang sesungguhnya justru inilah menjadi tantangan para ilmuwan.
Selamat berbiosaka jilid 1 dan 2, menyambut saatnya nanti jilid 3 dan 4 yang tentunya lebih wah wah wah, sepenggal tulisan untuk menambah wawasan dan semoga bermanfaat.